Pusat wajib ada di mana pun. Di dunia maya,

 

Pusat perbelanjaan mana saat ini
yang tidak menjual pakaian batik? Marketplace
mana di dunia maya yang sepi dari penjual batik? Belum lagi di pasar-pasar
kaget dan usaha rumahan. Batik sudah menjadi komoditas yang wajib ada di mana
pun.

Di dunia maya, kalau kita mencari
kata “toko batik” di mesin pencari, berderetlah toko-toko online dengan beragam nama. Di dunia nyata, bukan hal aneh
mendapati gerai-gerai batik kelas premium yang sudah beroperasi puluhan tahun
dan masih ramai dikunjungi orang hingga saat ini.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Harga pakaian batik beragam, dari
yang Rp50.000 per potongnya hingga nyaris Rp700.000 untuk yang kelas premium.
Secara kasat mata, tidak ada perbedaan antara batik tulis dan batik cap.
Sama-sama bahan dengan gambar batik, sama-sama memakai malam, sama-sama
dikerjakan dengan tangan manusia, dan terbuat dari bahan yang sama. Namun,
sesungguhnya, keduanya memiliki perbedaan yang nyata.

 

Cara
Membuat

Dari cara membuatnya, batik tulis
dikerjakan dengan canting, yakni sejenis pena untuk menggambar batik. Canting
terdiri dari bagian gagang, nyamplung
atau tempat menampung malam (lilin), dan cucuk
atau tempat keluarnya malam. Proses membuatnya sangat rumit dan panjang. Untuk
memberi satu warna saja dibutuhkan beberapa langkah. Bayangkan kalau dalam satu
kain batik itu terdapat sepuluh warna! Karena itu, untuk membuat satu lembar
kain batik dibutuhkan waktu 3—6 bulan.

Batik cap dibuat dengan
menggunakan canting cap, yakni semacam stempel besar yang telah dibentuk gambar
atau pola tertentu. Canting ini terbuat dari tembaga. Ada juga yang terbuat
dari kayu, namun tidak bertahan lama karena hasilnya tidak terlalu bagus.
Pembuatan satu cap memerlukan waktu hingga dua minggu, namun bisa dipakai
berulang-ulang tanpa batas. Karena prosesnya yang tinggal mengecap kain dengan
pola atau gambar yang sudah jadi, waktu yang dibutuhkan untuk membuat batik cap
tidak terlalu lama, hanya kisaran 1—3 minggu.

Membuat batik tulis bukanlah
pekerjaan tukang. Dibutuhkan energi kreatif yang menyatukan tangan, hati, dan
pikiran untuk membuat semua prosesnya berjalan dengan mulus. Karena dibutuhkan
keterampilan dan proses meditatif, kain yang dihasilkan bersifat unik, mewah,
dan berkualitas. Tidak heran jika harganya pun dibanderol cukup tinggi. Berbeda
dengan batik cap yang dalam sekali produksi bisa menghasilkan banyak kain
sehingga tampak kurang unik dan eksklusif. Proses yang relatif cepat itu
menyebabkan harga pakaian batik cap tidak terlalu mahal.

 

Bentuk
Gambar

Membuat corak batik yang
berkualitas merupakan pekerjaan yang amat memakan waktu. Ada ratusan corak yang
harus digambar dengan tangan. Karena dilakukan secara manual, tidak ada
pengulangan motif atau gambar yang jelas pada batik tulis. Berbeda dengan batik
cap. Karena proses produksinya yang tinggal menempelkan pola pada kain, bentuk
gambar atau desainnya mengalami pengulangan yang jelas sehingga gambar tampak
berulang dengan bentuk yang sama. Garis motif batik cap pun relatif lebih besar
ketimbang batik tulis karena faktor canting yang digunakan.

 

Warna
Kain

Warna dasar kain batik tulis
biasanya lebih muda dibandingkan warna goresan motif, sementara pada batik cap,
warna dasar kainnya lebih tua ketimbang warna pada goresan motifnya. Hal itu
disebabkan, pada batik cap, bagian dasar motif tidak ditutup seperti halnya
pada batik tulis.

Selain itu, warna gambar batik
tulis tampak rata pada kedua sisi kain (tembus bolak-balik), berbeda dengan
batik cap yang hanya jelas di satu sisi.

 

Sudah bisa membedakan batik tulis
dan batik cap ya? Kalau dihadapkan pada beberapa pakaian batik dengan harga
yang beragam, pastikan warnanya, apakah tembus di kedua sisi atau tidak, gambar
atau motifnya, apakah terdapat pengulangan yang jelas atau tidak, serta
pastikan warna dasar kainnya. Soal pilihan, itu terserah Anda. Setiap orang
punya selera masing-masing.