Pemberdayaan diambil oleh masyarakat, dibimbing oleh cara berpikir mereka

Pemberdayaan masyarakat
sekarang ini menjadi tren yang populer bagi semua lembaga untuk berkontribusi
kepada masyarakat. Namun apakah tren ini membentuk suatu masyarakat yang
mandiri? Konsep pemberdayaan selama ini masih mengasumsikan ada pemberdaya dan
yang diberdayakan. Pihak eksternal negara, NGO, ataupun swasta sebagai
pemberdaya sedangkan masyarakat sebagai obyek yang diberdayakan. Seringkali
pihak pemberdaya membawa nilai-nilai baru yang seragam untuk diterapkan di
masyarakat. Pihak eksternal memberi bantuan atas nama pemberdayaan tapi bentuk
programnya, mekanismenya dan aplikasinya harus sesuai dengan aturan pihak
eksternal. Idealnya pemberdayaan adalah berangkat dari nilai-nilai dan dinamika
internal masyarakat, berasal dan dilakukan atas kekuatan masyarakat sendiri
pihak eksternal hanyalah pemancing atau perangsang kekuatan masyarakat.
Asumsinya, masyarakat sejak terbentuknya sudah memiliki nilai-nilai lama yang
menjadi kekuatan bersama. Masyarakat juga memiliki pengalaman kekuatan
berkembang dengan kemampuannya sendiri sesuai dengan lokalitasnya atau dikenal
dengan kearifan lokal. Dalam masyarakat juga terbentuk suatu sistem yang diakui
bersama dan menjadi mapan melalui dinamika sosial yang panjang dan teruji. Atas
asumsi itulah sebenarnya masyarakat memiliki “tenaga dalam” untuk berdaya
sendiri. Dan tenaga dalam tersebut dikenal dengan nama modal sosial.

Pemberdayaan yang baik
seharusnya melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat. Yang dimaksud dengan
partisipasi di sini adalah proses aktif inisiatif yang diambil oleh masyarakat,
dibimbing oleh cara berpikir mereka sendiri, dengan menggunakan saran dan
proses (lembaga dan mekanisme) dimana mereka dapat mengontrol secara aktif (Nasdian
2006).

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Pendekatan kepada
masyarakat yang dilakukan untuk menginisiasi program pemberdayaan masyarakat
haruslah disesuaikan dengan kondisi daerahnya. Hal yang harus disesuaikan
antara lain mencakup komoditas utama yang ada pada daerah target pemberdayaan,
serta penggunaan teknologi tepat guna dan ramah lingkungan yang sesuai.
Kesesuaian dengan kondisi daerah, baik sesuai dengan kebutuhan maupun dengan
keunggulan dari masing-masing daerah, sangatlah penting untuk menciptakan
program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.